Iklan

HADIAH SHALAWAT UNTUK PARA AHLI KUBUR



Membaca sholawat untuk ahli kubur, atau orang yang telah meninggal dunia, merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Sholawat yang dibaca, seperti Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, dapat menjadi syafaat bagi mereka di alam kubur. Selain itu, membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek lainnya juga dianjurkan, serta doa-doa untuk memohon ampunan dan rahmat Allah bagi ahli kubur.

Di kisahkan bahwa seorang wanita menghadap Hasan Basri r.a dan berkata: "Anak perempuanku meninggal dunia dan aku ingin melihatnya dalam mimpi".

Hasan Basri r.a berkata: "Shalatlah empat rakaat setelah isya dan bacalah surat At-Takatsur sekali setelah Fatihah pada tiap rakaat, lalu berbaringlah dan bacalah shalawat (kepada) Nabi Muhammad S.A.W.

sampai kamu tidur." Wanita itu melakukanya, lalu dia melihat anaknya (dalam mimpi) disiksa dengan belenggu dan rantai. Wanita itu mendatangi (kembali) Hasan Basri r.a dan menceritakan hal tersebut,sehingga Hasan Basri r.a sedih dan berkata: "Sedekahlah untuk anakmu".

Wanita itu melakukanya,kemudian Hasan Basri r.a malam itu bermimpi seakan-akan berada dalam sebuah taman di surga. Di taman itu ada sebuah tempat istirahat dimana terdapat seorang gadis jelita dan sebuah mahkota dari dari cahaya di kepalanya. Gadis itu berkata: "Apakah anda mengenalku.?" Hasan Basri r.a menjawab: "Tidak" Gadis itu berkata: "Aku adalah putri wanita tersebut (yang datang kepadamu)" Hasan Basri r.a berkata: "Ibumu mengatakan kamu tidak seperti ini." Gadis itu berkata: "Dulu aku memang tidak seperti ini (ditaman di antara taman surga)". Hasan Basri r.a berkata:"Denganapa kamu mencapai keadaan (martabat) ini.?" Gadis itu menjawab: "Kami tujuh puluh ribu orang di siksa, lalu seorang lelaki soleh melewati kubur kami dan membaca Shalawat Nabi sekali serta menghadiahkan pahalanya kepada kami. Maka Allah SWT memerdekakan/mengangkat kami dari siksa itu berkat dia (laki-laki soleh),dan aku (sekarang) mencapai kemuliaan seperti anda lihat.

Subhanallah... Lantas, bagaimana dengan kita?

Di Zaman moderen yang sekarang ini masih adakah yang mempertahankan tradisi semacam itu, tentu hanya dikalangan tertentu saja. akan tetapi perlu kita ketahui bahwa setiap mahluk mempunyai Ruh, dan Ruh itu tidaklah mati, Ruh akan kembali kepada Allah SWT dan akan dimintai pertanggung jawabanya atas segala perbuatan yang dilakukan semasa hidupnya di dunia. Wa Allahu A'alam.

Sumber : Diambil dari Kitab Riyadhul Badiah Syaikh An-nawawi Al-bantani bab tasawwuf hal sholawat.

Posting Komentar

0 Komentar