Nongkrong Di Warung Waktu Bersama Kang Pendi 2 : Air Zam-Zam
Air Zam-Zam
merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam. Ia bukan sekadar
sumber air, tetapi simbol pertolongan Allah, keteguhan iman Siti Hajar, serta
awal kehidupan Kota Makkah. Dalam tradisi Islam, Zam-Zam berkaitan langsung
dengan perjalanan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.
Nama Zam-Zam
berasal dari kata Arab:زَÙ…ْزَÙ…(Zamzam).
Makna menurut ulama bahasa: “air yang melimpah”, “berkumpul”, atau
suara gemericik air.
1. Awal Mula Sejarah Zam-Zam, Peristiwa Nabi Ibrahim, Siti Hajar
dan Nabi Ismail
Sekitar ± 2000 SM
menurut sebagian ahli sejarah Islam klasik, Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah
membawa istrinya Siti Hajar dan bayi Ismail ke lembah tandus Makkah. Lembah itu
belum berpenghuni, belum ada Ka'bah berdiri sempurna, dan tidak ada sumber air,
didalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 37, Allah SWT berfirman :
Artinya: “Ya
Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah
yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati.” (QS
Ibrahim: 37)
Ayat ini menjadi
dasar sejarah keberadaan Makkah dan munculnya Zam-Zam.
2. Munculnya Air
Zam-Zam
Ketika bekal air
habis, Nabi Ismail menangis kehausan. Siti Hajar kemudian berlari antara Bukit
Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali mencari air. Peristiwa inilah yang menjadi
asal-usul sa’i dalam ibadah haji dan umrah. Air Zam-Zam memiliki banyak sekali
kita sebut saja Mukjizat.
Dalam riwayat Sahih al-Bukhari disebutkan malaikat Jibril
menghentakkan sayap atau tumitnya ke tanah dekat Nabi Ismail, lalu memancarlah
air.
Hadist riwayat Imam Bukhari: “Kemudian malaikat menggali tanah
dengan tumitnya hingga keluar air.” Siti Hajar kemudian berkata: “zam-zam”.
Yang bermakna: “berkumpullah”, “berhentilah mengalir”, sambil membendung air
dengan tangannya, karena itulah disebut Zam-Zam.
3. Hubungan
Zam-Zam dengan Ka'bah
Air Zam-Zam
menjadi sebab utama munculnya kehidupan di Makkah. Suku Jurhum datang dan
meminta izin tinggal kepada Siti Hajar karena adanya sumber air. Dari sinilah
Makkah berkembang menjadi pusat perdagangan dan peradaban Arab. Hal demikian
banyak sekali di tulis dalam kitab klasik Tarikh Makkah karya Al-Azraqi
dijelaskan bahwa Zam-Zam menjadi pusat kehidupan masyarakat Arab sejak masa
Nabi Ismail AS.
4. Zam-Zam Pernah
Hilang
Menurut riwayat
sejarah Islam klasik, sumur Zam-Zam pernah ditutup dan hilang selama ratusan
tahun, penyebabnya yakni ketika suku Jurhum kalah perang dan meninggalkan
Makkah, mereka menutup sumur Zam-Zam dan menguburnya agar tidak diketahui
musuh. Peristiwa ini diperkirakan terjadi beberapa abad sebelum kelahiran
Nabi Muhammad SAW.
5. Penemuan
Kembali Zam-Zam oleh Abdul Muthalib
Sekitar tahun 570
M, mendekati masa kelahiran Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib (kakek Nabi)
bermimpi diperintahkan menggali kembali Zam-Zam. Ia menggali di dekat Ka'bah
hingga menemukan kembali sumur tersebut. Dalam riwayat disebutkan
ditemukan pula pedang-pedang kuno, patung emas rusa dan barang-barang
peninggalan Quraisy lama. Penemuan ini mengangkat kembali kedudukan Bani Hasyim
di Makkah.
6. Keutamaan Air
Zam-Zam dalam Hadist
Hadist 1 : Air
terbaik di bumi : Rasulullah SAW
bersabda: “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zam-Zam.” (HR Ath-Thabrani)
Hadist 2 : Sesuai niat
orang yang meminumnya
Ù…َاءُ
زَÙ…ْزَÙ…َ Ù„ِÙ…َا Ø´ُرِبَ Ù„َÙ‡ُ
Maa’u zamzama
limaa syuriba lah
Artinya: “Air
Zam-Zam itu sesuai niat ketika diminum.” (HR Ibnu Majah)
Para ulama
menjelaskan diminum untuk ilmu maka akan diberi ilmu, diminum untuk kesehatan maka
akan diberi kesembuhan, diminum untuk keberkahan maka akan diberi keberkahan.
Rasulullah SAW
bersabda: “Air Zam-Zam adalah makanan yang mengenyangkan dan penyembuh
penyakit.” (HR Muslim).
7. Zam-Zam dalam
Kitab Klasik
Beberapa kitab
klasik yang membahas Zam-Zam, diantaranya :
Tarikh Makkah - Al-Azraqi menjelaskan : lokasi sumur, sejarah
Jurhum, penggalian Abdul Muthalib, dan posisi Zam-Zam dekat Ka'bah.
Sirah Ibnu
Hisyam menjelaskan : kisah Hajar, asal mula Makkah, kemuliaan Zam-Zam di Arab.
Al-Bidayah wan
Nihayah - Ibnu Katsir menjelaskan : kronologi Nabi Ibrahim a.s, Nabi Ismail
a.s, munculnya Zam-Zam, pembangunan Ka'bah.
8. Posisi Zam-Zam di Masjidil Haram
Secara historis, sumur Zam-Zam berada sekitar 20 meter dari
Ka'bah, dekat Hajar Aswad. Dahulu sumur ini terbuka dan bisa dilihat langsung. Kini
sumur berada di bawah area thawaf dan airnya dipompa melalui sistem modern
Kerajaan Saudi Arabia.
9. Pandangan Ahli dan Pakar Sejarah
Para sejarawan Islam seperti Ibnu Katsir, Al-Azraqi, Ali Husni
al-Kharbuthli menjelaskan bahwa Zam-Zam adalah pusat awal lahirnya peradaban
Makkah, bahkan ahli geologi modern menyebut keberadaan air di lembah tandus
Makkah merupakan fenomena luar biasa karena daerah itu minim sumber air alami.
10. Hikmah Spiritual Zam-Zam
Air Zam-Zam mengandung pelajaran besar :
Tawakalnya Siti
Hajar, karena ia tidak menyerah walau berada di gurun tandus.
Pertolongan Allah datang setelah ikhtiar karena Siti Hajar
berlari 7 kali terlebih dahulu sebelum mukjizat datang.
Makkah tumbuh dari iman dan pengorbanan bukan dari kekayaan
atau kekuasaan.
Air Zam-Zam adalah mukjizat yang muncul dari perjuangan Siti Hajar
dan Nabi Ismail AS di lembah tandus Makkah. Sejarahnya dimulai sejak masa Nabi
Ibrahim AS, kemudian menjadi sumber kehidupan Kota Makkah dan bagian penting
ibadah haji hingga hari ini. (Kang Pendi | Ketua STIDKI NU Indramayu)
0 Komentar
Tulis Komentar Anda dengan sopan dan No Link Spam!