google-site-verification: googlee20270bd533f4932.html
Ideologi khilafah bertentangan dengan Pancasila. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang mengakui keberagaman agama dan sistem pemerintahan demokrasi. Sementara itu, khilafah menghendaki penerapan syariat Islam secara menyeluruh dalam sistem pemerintahan, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila.
Pancasila Meliputi lima sila yang menjadi dasar negara Indonesia, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pancasila Mengakui keberagaman agama dan tidak memaksakan satu agama tertentu sebagai dasar negara. Pancasila menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Sementara Khilafah adalah Merupakan sistem pemerintahan yang bercita-cita menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. Dalam praktiknya, khilafah bisa saja menolak sistem demokrasi dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila.
Beberapa kelompok yang mengusung khilafah bahkan menganggap Pancasila sebagai ideologi yang sesat. Perbedaan mendasar ini menjadikan ideologi khilafah sebagai hal yang bertentangan dengan Pancasila dan tidak sesuai dengan konstitusi Indonesia.
Dikalangan masyarakat Desa Ujungpendok Jaya yang masih banyak sekali memahami dan mengenal makna Undang-undang dasar 1945 dan Pancasila sangatlah mudah untuk dipengaruhi dari berbagi macam aspek, baik dari ekonomi, sosial, demokrasi, maupun tatanan kehidupan sehari-hari.
Adalah faham Radikalisme
yang sekakang ini marak diberitakan diberbagai media cetak maupun elektronik.
Kekurangan pengetahuan dan pendidikan inilah yang menjadi bidikan para oknum
yang mengatasnamakan Agama Islam. Menurut mereka (Oknum), bila kita harus
beragama Islam yang baik dan benar, maka kita harus mengikuti apa yang
dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. maka hal ini yang menjadi dasar mereka
untuk menjadikan Indonesia ini sebagai Negara Islam, sekaligus menerapkam
system hukum syare’at Islam di dalam nya.
Dalam hal ini masyarakat
Desa Ujungpendok Jaya Kecamatan Widasari melalui Kuwu (Kepala Desa) nya
mengatakan, “Di desa kami (Ujungpendok Jaya) mayoritas masyarakat nya adalah
Petani, dan banyak sekali yang belum paham mengenai Pancasila dan Undang-undang
Dasar 1945, untuk itu saya selaku kepala desa sering menghimbau kepada
masyarakat, jangan terpancing oleh isyu-isyu yang dapat menghancurkan keutuhan
persatuan di kalangan masyarakat desa ujungpendok Jaya, hal tersebut sering
saya katakan disetiap acara-acara keagamaan, seperti Peringatan Hari Basar
Islam (PHBI), maupun acara adat, seperti Unjungan, sedekah darat,maupun
acara Adat lainya,”. Ucap laki-laki berkumis tebal itu, saat saya temui Senin
18 Desember 2017 di kantornya. “Bagaimana pak, bila ada salah satu masyarakatnya yang mengampanyekan paham yang
berbeda dari paham Pancasila?”, Tanya saya.
“saya akan menindaknya melalui pendekatan secara persuasive terlebih
dahulu, sembari memantau seberapa jauh tindakan yang dilakukan masyarakatnya
tersebut, saya akan berkordinasi dengan pihak terkait, baik dari Kecamatan,
maupun dari Kepolisian, bila tindakan salah satu masyarakat saya akan
membahayakan baik di Desa maupun Negara,”. Ujar laki-laki yang akrab disapa
Kasdi tersebut.
Hal yang sama juga di
utarakan oleh Maofur, bahwa bahayanya khilafah dapat memicu keributn dikalangan
masyarakat desa ujungpendok jaya yang masih menjaga kebudayaan peninggalan
orang tua terdahulu. “ Kalau ada Ideologi khilafah di Indonesia maka tidak ada
lagi pesta adat yang rutin dilakukan di desa saya, karena itu adalah bagian
dari syiar agama, para wali saja tidak mempermasalhkan budaya hindu dan budha,
yang penting kita tidak berada didalamnya. Apalagi nanti hukum yang di terapkan
pasti berbeda, harus beginilah harus begitulah ribet deh pokoknya, yang jelas
saya tidak setuju dengan adanya ideologi khilafah itu,” pungkas laki-laki gagah
itu.
Sementara itu menurut
sebagian masyarakat yang berbeda budaya yakni dikalangan anak Punk sendiri
Pancasila menurut mereka adalah satu landasan Negara yang tidak akan bisa
tergantikan dengan ideologi apapun. “Saya nih mas kalau harus memilih antara
ideologi khilafah dengan pancasila, say akan pilih pancasila, karena kan dulu
kita juga sekolah?! Dan ada pendidikan PMP (Pendidikan Moral Pancasila), dan
setiap hari senin saya juga upacara, dan sering baca pancasila. Kalau suruh
diganti dengan khilafah, berarti nanti harus baca Al-Qur’an dong,” ujar
laki-laki yang akrab dipanggil bendul itu.
0 Komentar
Tulis Komentar Anda dengan sopan dan No Link Spam!