Iklan

header ads

BAB I : Gaya Komunikasi Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Kualitas Keberagamaan Masyarakat


Pada dasarnya manusia sebagai makhluk sosial sudah pasti melakukan komunikasi dengan manusia lainnya. Hal ini menunjukan betapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia, komunikasi tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia untuk memahami dan dipahami oleh orang lain seperti yang diungkapkan Evveret Kleinjam (Cangara, 2009: 01) komunikasi merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas sepajang manusia ingin hidup maka ia perlu komunikasi.

Seiring dengan berkembangnya zaman, komunikasi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan cepat, sehingga banyak dijumpai di kalangan masyarakat umum. Salah satunya yang menyangkut kehidupan sosial adalah komunikasi organisasi yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pemimpin di dalam organisasi adalah komunikator. Pemimpin yang baik pada umumnya harus memahami pentingnya komunikasi, sehingga sedikit banyaknya mampu merangsang partisipasi orang-orang yang dipimpinnya.

Komunikasi dalam bahasa Inggris disebut dengan comunication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Komunikasi merupakan sebuah aktifitas yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, komunikasi bukan hanya dilakukan di kalangan kita saja namun komunikasi tersebut juga dilakukan oleh negara, baik itu negara kita ataupun negara-negara asing lainya (Wardani, 2009: 04).

Shannon Weaver juga mengungkapkan bahwa komunikasi sebagai bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja, tidak terbatas pada batas komunikasi baik menggunakan bahasa verbal atau non verbal (Cangara, 2007: 21).

Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki gaya komunikasi yang berbeda dalam memimpin. Kepemimpinan merupakan suatu proses ataupun gaya seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti apa yang diinginkan oleh seorang pemimpin. Penyampaian pesan dari seorang pemimpin dalam kepemimpinannya memerlukan gaya komuikasi yang tepat agar pesan yang disampaikan kepada bawahanya dapat diterima dengan baik.

Gaya komunikasi yang sukses pada umumnya menggunakan gaya komunikasi yang tegas dalam kegiatan sehari-hari juga dalam memimpin sebuah organisasi. Pemimpin pada umumnya memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi yang efektif, sehingga mampu merangsang  partisipasi orang-orang yang dipimpinya (Damayanti, 2018: 259).

Pemimpin utama dalam desa adalah kepala desa, sebagai seorang pemimpin dalam menjalankan tugas juga membutuhkan gaya komunikasi dan mempunyai skill dalam berkomunikasi yang baik agar tim dapat bekerja dengan baik. pemimpin yang bisa dibilang sukses adalah pemimpin yang mampu menjalankan komunikasi dengan baik. Hal tersebut menyiratkan bahwa betapa pentingnya peranan komunikasi untuk memajukan sebuah desa demi meningkatkan sumber daya manusia untuk mewujudkan taraf hidup masyaraka disemua bidang diperlukan  gaya komunikasi kepemimpinan yang mampu menarik simpatik warganya untuk mewujudkan suatu visi dan misi yang di rencanakan.

Pada dasarnya untuk mewujudkan suatu program desa sesuai visi dan misi yang optimal dibutuhkan kerjasama antara pemimpin dan warga masyarakat sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing, peranan yang diharapkan dari tingkat keberagamaan adalah terwujudnya suatu desa yang religius, memahami antara baik buruknya sebuah perilaku yang didasari dengan ahlak sesuai tuntunan Al Qur’an dan sunnah sehingga menjadikan sebuah desa yang maju,aman dan religius dapat tercapai. Keberhasilan di dalam pencapaian target suatu program tidak terlepas dari peran aktif seorang pemimpin di mana dalam hal ini untuk mencapai target program keberagamaan masyarakat di Desa Ujungpendok Jaya  Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu diperlukan seorang pemimpin yang dapat memberikan pengertian kepada warganya, betapa pentinyannya kegiatan keagamaan untuk menciptakan kemajuan suatu daerah.

Di Desa Ujungpendok Jaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu juga, di butuhkan seorang pemimpin yang memahami pentingnya komunikasi, sehingga sedikit banyaknya mampu merangsang partisipasi orang-orang yang dipimpinnya. Bagi seorang pemimpin komunikasi merupakan salah satu faktor yang paling penting dan paling mendasar dalam menjalankan proses administrasi dan interaksi antara elemen disuatu organisasi baik internal maupun eksternal. Tanpa adanya jalinan komunikasi yang baik dan benar seorang pemimpin tidak akan mungkin berhasil berjalan dengan maksimal sesuai perencanaannya (Tamrin, 2019:2).

Setiap desa tentunya memiliki sebuah visi dan misi yang akan diwujudkan demi kemajuan desa, pada masa jabatan Kepala Desa Ujungpendok Jaya periode 2015 - 2020 mempunyai visi yaitu menjadikan sebuah desa dengan tingkat religiuitas dengan kondisi keberagamaan masyarakat dari semua unsur, baik aparat pemerintah desa sampai masyarakat Desa Ujungpendok Jaya.

Sarana  ibadah yang ada di Desa Ujungpendok Jaya belum berfungsi secara maksimal, seperti kurang terawatnya sarana ibadah, sepinya kegiatan-kegiatan keagamaan baik di masjid maupun di musholla. Sarana ibadah tersebut hanya digunakan untuk ibadah shalat saja belum banyak kegiatan keagamaan lain seperti pengajian, tadarusan, kegiatan PHBI dan sebagainya, sementara jamaah yang shalat di masjid juga masih terbilang sedikit.

Menurut salah satu sesepuh sekaligus tokoh masyarakat di Desa Ujungpendok Jaya, Lebe Casidi, kondisi perilaku keberagamaan masyarakat di Desa Ujungpendok Jaya pada tahun 2000 sampai 2015 masih kurang optimal, karena banyak dari masyarakat yang masih menganggap budaya sebagai sebuah kepercayan yang hakiki, terlihat banyaknya kegiatan kebudayaan yang di jadikan sebagai adat istiadat namun masih kurang dari nilai ke agamaan, hal ini ditandai dengan banyaknya kegiatan kebudayaan namun masih sedikitnya acara kegiatan keagamaan yang ada di Desa Ujungpendok Jaya.

Ketua MUI, KH. Urip Bayanillah Imam, M.Pd. Mengemukakan, Desa Ujungpendok Jaya telah mengalami perkembangan dalam bidang keagamaan dibawah kepemimpinan Kepala Desa Ujungpendok Jaya mulai sekarang. Dahulunya tingkat keagamaan masih kurang optimal, kegiatan keagamaan hampir tidak ada sekarang menjadi aktif berkat gencarnya kepala desa dalam melakukan pengarahan serta pembinaan terhadap semua elemen masyarakat di Desa Ujungpendok Jaya. Kini di Desa Ujungpendok Jaya banyak kegiatan yang menunjang tingkat keberagamaan di desa tersebut. Misalnya, pengajian rutin yang diadakan di pusat masjid, Jam’iyah, tadarusan dan masih banyak kegiatan keagamaan lainnya, banyak jamaah yang hadir dalam kegiatan keagamaan bukan hanya lingkup sekitar masjid, tingginya respon masyarakat dalam menghadiri kegiatan keagamaan dan semangat para pemuda yang ada di Desa Ujungpendok Jaya untuk mengadakan kegiatan keagamaan. Tak lain karena dukungan penuh dari kepala desa untuk mewujudkan masyarakat yang religius. Hal ini tentunya tak lepas dari dukungan dan peranan pemimpin serta gaya komunikasi yang dipakai. Tujuannya untuk mengajak masyarakat agar memajukan desa, terutama dalam meningkatkan kualitas keberagamaan di Desa Ujungpendok Jaya.

Seiring dengan nampaknya keberhasilan pemimpin dan masyarakat dalam meningkatkan keberagamaan masyarakat. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk memberikan pandangan serta meneliti tentang gaya komunikasi kepemimpinan kepala desa.

Posting Komentar

0 Komentar